VIVTA LUSIANA
TEKUNI DUNIA JURNALISTIK
KENDATI berstatus
sebagai mahasiswa Biologi, sejak lama Vivta Lusiana tertarik pada dunia
jurnalistik. Minat cewek 23 tahun itu lantas dituangkan dengan aktif di Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) jurnalisti, yang ada di kampusnya.
Dua hal yang kontradiktif
sebenarnya, antara disiplin kuliahnya yang menuntut waktu berlama-lama di dalam
laboratium, dengan jurnalistik yang membawanya lebih keluar ke lapangan. Namun
, Vivta mampu mengombinasikan dua hal berbeda itu menjadi seiring dan sejalan.
Dia memilih banyak melakukan aktivitas
liputannya pada isu-isu lingkungan, yang erat kaitannya dengan ilmu kealaman.
Selain itu , minatnya yang lain adalah isu-isu sosial , seperti kemiskinan.
“Isu lingkungan terkait dengan materi-materi perkuliahan saya. Sementara kalau
isu sosial lebih pada minat saja,” ujarnya.
Persisnya sejak semester tiga ,
mahasiswi Fakultas MIPA, jurusan Biologi, Universitas Jember itu benar-benar
berkenalan dengan bidang jurrnalistik. Bisa bertemu dengan banyak orang dan
menerima banyak wawasan baru yang mendorongnya untuk menapaki aktivitas tulis
menulis itu.
Setelah resmi menggondol gelar sarjana
sains pun dia tetap tidak mau berpindah ke lain hati. Sudah kisaran empat bulan
ini Vivta menjajal jurnalistik dalam
bentuk yang riil. Dia bergabung di salah satu stasiun radio di Jember sebagai
reporter.
Dari pengalaman itu, lantas dia
menyimpulkan jika menjadi jurnalis di ranah riil ternyata lebih berat. Bukan
hanya tuntutan perusahaan yang mesti di penuhi, banyaknya tekanan di berbagai
lini juga menjadi tantangan tantangan lain yang menguji keajekan hatinya.
“Kalau pers kampus mungkin tekanannya Cuma dari kampus aja,” pungkasnya.(was/cl/hdi)
Sumber : JP-RJ-Sabtu 14 Oktober 2017

Komentar
Posting Komentar