NHORA GUSTIANINGSIH RATIH
BANGGA BUDAYA
PANDHALUNGAN
MENJADI putra daerah, Nhora
Gustianingsih Ratih bangga dengan budaya Pandhalungan. Baginya, kebudayaan yang
tak lain hasil asimilasi Jawa dan Madura yang melahirkan peluang yang lebih
lebar dalam akulturasi seni.
Seperti
seni batik yang dia tekuni saat ini. Bahkan, perempuan yang tinggal di Jalan
Kamboja Tutul, Desa Tegal Sari, Ambulu, itu semakin kaya menciptakan corak
batik baru yang disebutnya khas Jember. “Sekarang, batik khas Jember mulai
banyak dan bersaing,” tuturnya.
Anak
pasangan suami istri Ashad Bambang Setyo dengan Wida Bujo Prihatini itu pun
semakin percaya diri melarikan jenis batik baru untuk Nusantara. Supaya nama
daerahnya kut terangkat di pasar batik nasional, Nhora, pun memberi nama asli
karyanya, Batik Blater Ambulu.
Keberanian perempuan kelahiran Jember, 18
Agustus 1985, itu pun mulai membuahkan hasil. Bahkan, hasil karyanya sampai
melebihi ekspetasinya. Betapa tidak,
niatnya hanya untuk pasar nasional, rupanya batik yang dia buat bisa tembus ke
berbagai negara. “Terakhir saya kirim ke Kanada,” akunya dengan nada bangga.
Prestasinya
itu membuktikan, bahwa masyarakat yang tinggal di desa pun, juga bisa bersaing
di pasar Internasional. Namun yang pasti kata Nhora, kuncinya harus berani
tanpa harus ada minder. “Berkaryalah semaksimal mungkin. Dan yakini, karya kita
akan diterima publik,” sarannya.(rul/cl/hdi)
Sumber :JP-RJ-Rabu 18 Oktober 2017

Komentar
Posting Komentar