ESKA WIEDYANA
Passion Menari
SEJAK kecil, Eska Wiedyana memng sudah dikenalkan pada dunia tari. Karena itu tak
heran jika menari menjadi aktivitas yang paling dia cintai hingga saat ini.
Dirinya juga antusias menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswi sekaligus
pelatih tari di berbagai lokasi.
Awal mula gadis asal Jenggawah ini bernula
ketika orangtuanya memberikan compact
disc berisi lagu dan video tari tradisional. Karena penasaran, Eska mencoba
gerakan-gerakan yang ada di dalamnya. “padahal orang tua tidak ada basic kesenian,hanya penggemar tari,dan
mereka ingin saya jadi penari,” ujar si bungsu dari dua bersaudara ini.
Dari sana, gadis berhijab ini tergerak
untuk terus mempelajari seni tari. Semenjak SD, dia sudah tergabung dalam
ekstra kurikuler tari di sekolahnya.”Waktu SMP dan SMA pun saya melatih tari
pada teman-teman di sekolah,” lanjutnya.
Waktu itu, putrid dari pasangan Tohari dan
Sukarsih Indrawati ini lebih banyak belajar dari video. Namun setelah tergabung
di sanggar Kartika Budaya Ambulu, alumunus SMAN Ambulu ini semakin memperkaya
ilmu seni tarinya. “Materi yang di ajarkan ke teman-teman sekolhpun materi dari
sanggar. Selama mengajar juga di damping pelatih dari sana,” lanjutnya.
Bagi Eska, tak ada jenis tari yang tidak
ia sukai. Baik tradisional maupun modern, ia sangat suka mencoba keduanya.
“Semua punya cirri khasnya, tidak ada yang sulit ataupun mudah,” imbuhnya.
Kini, Eska yang tengah meniti ilmu di
Indrusti Seni Indonesia (ISI) Surakarta lebih banyak mengajar senam. Beberapa
kejuaraan pun kerap di ikuti, salah satunya lomba poco-poco tingkat nasional
dimana dirinya memperoleh juar tiga. “ Kalau di Surakarta nggak bisa ikut
sanggar, soalnya sibuk sama kuliahnya,” ungkap mahasiswi semester tujuh
tersebut.
Meski sibuk, namun gadis berhijab ini
masih menyempatkan diri hampir ke sanggar yang telah membesarkan namanya. Di
sela-sela kuliahnya ia juga masih mengajar senam dan fitness. “Bukan berarti
melupakan tari. Tari itu sudah menjadi aktivitas saya sejak semester satu
sampai sekarang ini di kampus,” pungkasnya.(lin/hdi)
Sumber: JP-RJ-Minggu 15 oktober 2017

Komentar
Posting Komentar