NUR SINTA TRI WAHYUNI



 Aktivis Migran Care


      BEKERJA di sebuah non government organization(NGO) yang terjun ke pendampingan buruh migran membuat Nur Sinta Wahyuni trenyuh.

     Dirinya mengaku bersyukur tidak sampai harus mencari pekerjaan ke luar negeri , karena ternyata menjadi buruh migran tidak semudah yang dibayangkan.”Kita patut bersyukur ya . Karena tidak gampang bekerja di luar negeri,” ucap gadis yang menjadi admin di aktivis Migrant Care Jember ini.


    Di mana di luar negeri banyak sekali kesulitan yang akan dihadapi oleh buruh. Mulai dari perbedaan cara kerja ,adat, makanan hingga cara memperlakukan manusia.

   Tidak jarang dirinya mendapatkan cerita bahwa mereka harus merasakan pil pahit perlakuan tidak menyenangkan di luar negeri. Hal inilah yang membuatnya merasakan empati tinggi dirinya terhadap pejuang devisa negara ini.

    Yang jelas , dirinya mengaku enjoy dengan  terjun di dunia aktivis ini. Apalagi ,mahasiswa STIE Mandala Jember ini mengaku mendapatkan banyak sekali ilmu dari bertemu dengan orang banyak. ”Banyak pengalaman ,banyak ilmu dan. Banyak pengalaman,” ucap putri bungsu dari tiga bersaudara pasangan Kondari dan Sukohati ini. 

    Dirinya bahkan mendapatkan hal yang selama ini menjadi kekurangannya yakni bagaimana cara menghadapi orang lain. Walaupun dirinya juga harus pintar-pintar membagi waktu dengan kuliahnya di Jurusan Akuntansi di Mandala.

    “Untungnya kuliahnya malam, jadi tidak sampai berbenturan dengan waktu kerja,” ucapa gadis cantik berjilbab alumni SMAN Kencong ini. Dirinya memang mengaku untuk waktu belajar berkurang, namun tidak masalah karena dirinya mendapatkan banyak ilmu yang lainya yang tidak pernah didapat saat kuliah.

     “Kalau di kampus kan banyak teori. Disini benar-benar mendapatkan pengalaman berorganisasi yang sebenarnya,’ ucap gadis kelahiran Jember, 18 September 1996 silam ini. Sehingga gadis penyuka olahraga dan renang ini sedang menikmati pekerjaannya yang sudah dijalaninya. Terkait dengan masa depan akankah memilih melanjutkan menjadi aktivis atau karier, Sinta, panggilan akrabnya mengaku mengikuti saja. “Dilihat saja nanti mana yang lebih membuat nyaman. Sekarang dijalani dulu saja,’ pungkasnya.(ram/cl/hdi)

Sumber : JP-RJ-Rabu 11 Oktober 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESKA WIEDYANA

DIAN PRAMESTI SUWASONO